Jakarta, PWPM NEWS.web.id –
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI sekaligus Ketua Litbang
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Gufron Mabruri, menyampaikan apresiasi atas penganugerahan Riyanto Award kepada AKP Yulianto, Kapolsek Ngaglik, Sleman. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Apel Kebangsaan 10.000 Banser dan Anugerah Kemanusiaan yang digelar Pimpinan Pusat GP Ansor di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/12).
Menurut Gufron, Riyanto Award merupakan bentuk pengakuan publik terhadap aparat penegak hukum yang menjalankan tugasnya dengan pendekatan humanis serta konsisten menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberanian moral yang diwariskan almarhum Riyanto dinilai relevan dan penting untuk terus dihidupkan dalam praktik kepolisian sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai capaian individu. Gufron menilai keberhasilan AKP Yulianto juga tidak terlepas dari kontribusi lingkungan kerja yang kondusif, termasuk dukungan jajaran dan pimpinan Polresta Sleman serta Polda DIY yang mendorong budaya kerja profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Prestasi anggota di lapangan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan dan iklim organisasi. Karena itu, apresiasi ini patut pula ditujukan kepada institusi kepolisian di tingkat polres maupun polda yang memberi ruang bagi pendekatan-pendekatan humanis untuk tumbuh,” ujar Gufron. (24/12)
Lebih lanjut, Gufron menyampaikan bahwa semakin banyak anggota Polri yang memperoleh penghargaan dari masyarakat dan organisasi sipil merupakan indikator positif meningkatnya penerimaan, kepercayaan, serta apresiasi publik terhadap institusi kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kepolisian yang responsif dan berorientasi pada kemanusiaan mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Ia juga menilai bahwa peran aparat kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai penjaga kohesi sosial. Dalam konteks tersebut, AKP Yulianto dinilai mampu menghadirkan wajah Polri yang inklusif, dialogis, dan hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban serta persaudaraan lintas iman.
Penghargaan Riyanto Award diserahkan dalam momentum Apel Kebangsaan 10.000 Banser yang berlangsung di Alun-alun Masjid Syarif Abdurrahman, kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Apel akbar tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, serta menjadi ruang penguatan komitmen kebangsaan antara elemen pemuda, keagamaan, dan aparat negara.
Di akhir pernyataannya, Gufron menekankan bahwa penghargaan yang diterima harus menjadi tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja ke depan. Menurutnya, Riyanto Award bukanlah titik akhir, melainkan pengingat agar aparat kepolisian terus konsisten menempatkan nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan pelayanan publik sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas menjaga Indonesia.
(Ridwan)










Komentar