Kab. Bandung, PWPM NEWS.web.id –
Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, menggelar Rapat Pleno sekaligus Pengukuhan Pengurus Koperasi Merah Putih pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Rancakasumba dan di hadiri oleh unsur pemerintahan desa, anggota koperasi, serta tokoh masyarakat setempat.
Penjabat Kepala Desa Rancakasumba, H. Agung Rahadian, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen. Dan integritas pengurus koperasi dalam membangun karakter dan kepercayaan masyarakat. Ia menyatakan bahwa minimal 25 orang pengurus harus terlibat aktif dalam menjalankan roda organisasi koperasi.
“Koperasi ini harus menjadi wadah untuk menyejahterakan anggota. Simpan pinjam harus di kelola dengan amanah. Demi kemajuan desa dan anggotanya,” ujar H. Agung.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi bukan hanya soal kegiatan ekonomi, tetapi juga wujud amanah umat dalam membangun keadilan sosial dan kemakmuran bersama.
Kepala Koperasi Merah Putih, Dr. Asep Windu, turut menyampaikan pandangannya mengenai pengelolaan koperasi. Ia menegaskan bahwa koperasi harus berpijak pada prinsip “dari anggota, oleh anggota, untuk anggota”. Di mana seluruh keuntungan dan manfaat kembali kepada para anggotanya.
“Anggota koperasi mencakup dari kepala desa hingga masyarakat tingkat RT/RW. Sudah di sepakati bahwa akan ada pemotongan honor untuk simpanan anggota, agar kas koperasi tidak kosong dan bisa terus berputar,” kata Dr. Asep.
Ia juga menyebutkan adanya dua kategori anggota, yakni anggota biasa dan anggota luar biasa. Anggota luar biasa adalah mereka yang semula berdomisili di Desa Rancakasumba namun kini telah pindah domisili.
Lebih lanjut, rapat pleno kecil sebelumnya telah menyepakati iuran anggota. Yaitu simpanan wajib sebesar Rp25.000 per bulan dan simpanan tabungan minimal Rp10.000. Pembukuan koperasi pun akan di buat terpisah antara simpan pinjam dan tabungan lainnya untuk transparansi dan akuntabilitas.
Struktur pengurus Koperasi Merah Putih Desa Rancakasumba terdiri dari sembilan orang. Dengan keanggotaan yang mencakup unsur kepala desa, BPD, LPMD, PKK, ketua RW/RT, dan masyarakat umum.
tokoh masarakat hji Iwan bokser dalam sambutannya mengungkapkan harapan besar terhadap koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa. Ia juga menyinggung wacana hibah dana sebesar Rp3 miliar sebagai modal awal koperasi, meskipun hingga saat ini SK koperasi masih dalam proses penyelesaian.
“Kita mendukung penuh jalannya koperasi ini. Hibah Rp. 3 miliar itu masih wacana, tapi semangat dan partisipasi masyarakat harus terus menyala demi kemajuan ekonomi Desa Rancakasumba,” ujarnya.
Acara di tutup dengan ajakan bersama kepada seluruh pengurus, anggota, dan masyarakat untuk bersatu membangun koperasi sebagai pilar kesejahteraan desa.**
Cece.









Komentar